Investor bidik celah pasar sewa jangka menengah di Singapura | Real Estate Asia
, Singapore
1174 views
Photo by Alix Lee via Pexels

Investor bidik celah pasar sewa jangka menengah di Singapura

Co-living hanya sediakan kurang dari 10.000 kamar, meski tenaga kerja asing di kota ini cukup besar.

Pasar sewa di Singapura masih minim pilihan bagi penyewa yang ingin tinggal selama tiga hingga 24 bulan, menciptakan peluang bagi investor yang menyasar masa tinggal lebih panjang dari hotel, namun lebih singkat dari sewa residensial konvensional.

“Sewa residensial swasta di Singapura mensyaratkan masa tinggal minimal tiga bulan, unit HDB mensyaratkan enam bulan, sementara platform sewa jangka pendek pada praktiknya tidak diperbolehkan,” ujar Maureen Li, CEO ABIEL Property Investment Fund, dalam jawaban tertulis melalui email.

Menurut Li, aturan-aturan tersebutlah yang menciptakan celah ini, meski bukan berarti aturan tersebut yang menciptakan permintaannya. “Justru karena itulah belum ada satu pun produk yang benar-benar dirancang untuk penghuni dengan masa tinggal tiga hingga 24 bulan,” tegasnya.

Emily Fell, Senior Director for Living Sectors in Asia-Pacific Capital Markets di Savills Plc, mengatakan sektor co-living—salah satu dari sedikit format yang melayani rentang masa tinggal ini—di Singapura saat ini hanya memiliki kurang dari 10.000 kamar.

Data pemerintah yang dikutip Li menunjukkan warga negara Singapura hanya menyumbang 15% dari total penyewa sewa residensial swasta pada 2018 dan 2019, menegaskan betapa pentingnya peran penyewa asing bagi pasar ini.

Menurut riset yang ditugaskan oleh ABIEL, imbal hasil (return) di segmen ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan properti residensial konvensional.

“Rumah toko (shophouse) individual di Singapura mencatat pertumbuhan nilai modal (capital value) majemuk sekitar 15% per tahun selama 30 tahun terakhir, dibandingkan dengan sekitar 2,28% per tahun untuk kondominium residensial pada periode yang sama,” kata Li.

ABIEL mulai mengakuisisi properti di kawasan Geylang saat investor institusional masih minim eksposur pada segmen ini. Sejak itu, minat dari investor profesional maupun institusional terus meningkat.

Fell menyebut transaksi besar yang melibatkan portofolio extended-stay atau pengembangan yang dirancang khusus (purpose-built) akan menjadi bukti yang lebih kuat atas proses institusionalisasi di sektor ini.

“Saat ini, sebagian besar pasar masih terfragmentasi dan didominasi oleh para operator,” ujarnya melalui panggilan Zoom.

Ia menambahkan, sektor ini akan semakin matang begitu institusi mulai secara konsisten bersaing memperebutkan aset-aset ini, alih-alih memperlakukannya sebagai pengecualian semata.

Berikut ini arsitektur Singapura berusia di bawah 40 tahun yang paling menonjol di 2026

Honouree tahun ini mencakup lima firma, dengan perempuan mendominasi dan portofolio gabungan yang mencakup kampus rumah sakit senilai S$960 juta.

Berikut ini agen real estate Hong Kong berusia di bawah 40 tahun yang paling menonjol di 2026

Realtor di segmen perkantoran mendominasi daftar ini, dengan empat slot teratas.

Berikut ini agen real estate Singapura berusia di bawah 40 tahun yang paling menonjol di 2026

Daftar tahun ini mencakup empat perusahaan, dengan perempuan mengisi hampir separuh daftar.

Investor Hong Kong ubah hotel jadi hunian mahasiswa

Transaksi perkantoran juga meningkat, seiring perusahaan mencari ruang lebih besar untuk kebutuhan sendiri.

Perkantoran dan ritel jadi primadona dalam transaksi properti Singapura

Aset komersial premium makin diminati seiring pasokan ketat yang menopang sewa dan yield.

Perusahaan global rela sewa gedung kantor yang masih dalam tahap pembangunan demi bertahan di Singapura

Tidak ada pasokan Grade A CBD baru hingga 2028, paksa penyewa sewa ruang 18 bulan lebih awal.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Smart buildings hadapi ancaman siber yang kian meningkat

Kontrol akses di sekitar infrastruktur kritis masih lemah.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.