Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali | Real Estate Asia
, Indonesia
1168 views
Alexander Sokovykh, founder and CEO at Lyvin Properties

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

PT Lyvin Properties Indonesia memasuki tahap akhir penyelesaian Lyvin Melasti, proyek unggulannya di Bukit selatan, Bali, yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret 2026.

Langkah ini mencerminkan perubahan permintaan di pasar properti Bali, di mana para pembeli kini memprioritaskan proyek berkepadatan rendah dan berorientasi desain dengan layanan hospitality yang terintegrasi.

"Kami melihat pergeseran yang jelas dalam apa yang dicari oleh pembeli dan tamu di Bali," kata Alexander Sokovykh, pendiri dan CEO Lyvin Properties, kepada Real Estate Asia. "Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan tempat tinggal kini menjadi pendorong utama permintaan."

Dorongan Bali menuju pariwisata berkualitas lebih tinggi sejak 2020 telah membentuk ulang ekspektasi terhadap properti. Pengunjung dengan pengeluaran lebih tinggi serta wisatawan yang tinggal dalam jangka panjang kini mengharapkan lebih dari sekadar produk vila standar, mendorong para pengembang untuk memikirkan kembali skala dan tata letak bangunan. "Pembeli dan tamu saat ini jauh lebih selektif," kata Sokovykh dalam jawaban tertulis lewat email atas pertanyaan yang diajukan. "Mereka menginginkan lahan yang lebih luas, kehijauan, perencanaan yang matang, serta lokasi yang menawarkan baik gaya hidup maupun nilai jangka panjang. Inilah konteks di balik lahirnya Lyvin Melasti."

Lyvin Melasti membentang di atas lahan seluas tiga hektare dengan pemandangan laut dan sengaja dirancang berkepadatan rendah, dengan 18 vila satu lantai serta sebuah bangunan berisi 20 suite dengan pemandangan laut. Lebih dari separuh lahan tersebut dipertahankan sebagai ruang hijau. "Jika kita terus membangun dengan kepadatan tinggi, kita mungkin bisa memaksimalkan jumlah unit dalam jangka pendek, namun kita mengorbankan privasi, pengalaman, dan nilai jangka panjang. Kami memilih jalan yang berbeda," tambahnya.

Penyelesaian pada Maret 2026 tersebut sengaja diatur waktunya agar selaras dengan fase berikutnya dari siklus properti premium Bali, di mana pasokan menjadi lebih selektif dan biaya konstruksi terus naik. "Terburu-buru dalam penyelesaian seringkali berarti mengorbankan desain dan eksekusi," kata Sokovykh. "Kami lebih memilih menyelesaikannya lebih lambat, namun dengan benar."

Berlokasi di Uluwatu, Lyvin Melasti diuntungkan oleh pertumbuhan yang kuat pada infrastruktur kuliner, wellness, dan gaya hidup, menjadikannya sebuah pusat bagi para wisatawan dan investor dengan pengeluaran lebih tinggi. Proyek ini dioperasikan di bawah merek hospitality internal Lyvin, yang memadukan kepemilikan hunian dengan manajemen hotel profesional.

Fasilitasnya mencakup restoran panorama, spa, gym, dan fasilitas keluarga. Vila-vilanya sudah beroperasi, sementara suite dan fasilitas bersama akan dibuka secara bertahap menjelang Maret 2026.

"Bagi kami, hospitality bukanlah sekadar pelengkap," kata Sokovykh. "Pembeli saat ini menginginkan aset siap pakai (turnkey) yang dikelola secara profesional serta mampu berfungsi baik sebagai hunian maupun investasi."

Keberlanjutan tertanam dalam desainnya, dengan atap hijau hidup untuk mengurangi panas, meningkatkan insulasi, dan mengelola air hujan. Materialnya mencakup kayu jati Jawa, marmer Sulawesi, dan kayu besi (ironwood) yang bersumber lokal, menciptakan ruang-ruang modern dengan nuansa kedaerahan yang kuat.

Lyvin tidak membagikan proyeksi keuangannya, namun tanda-tanda awal menunjukkan permintaan yang kuat. Dalam tiga bulan sejak dibuka, Lyvin Melasti telah masuk dalam daftar The Urban List sebagai salah satu hotel terbaik di Uluwatu, dengan para tamu memuji layanan, desain, dan pemandangan lautnya.

Pembeli asing cenderung memilih struktur hak sewa (leasehold) dengan klausul perpanjangan yang jelas, sementara pembeli Indonesia lebih menyukai kepemilikan penuh (freehold), sebuah perbedaan yang diakomodasi Lyvin dalam strategi penjualannya.

Sokovykh mengatakan pendekatan Lyvin bersifat terukur, bukan agresif. "Kami adalah pengembang butik atas pilihan sendiri. Kami mengerjakan lebih sedikit proyek namun tetap mempertahankan tingkat daya saing meski pasar kian ramai."

Dengan membatasi kepadatan, mengintegrasikan infrastruktur seperti pemurnian air, dan memprioritaskan lanskap, Lyvin bertujuan menjaga nilai jangka panjang.

"Fase berikutnya dari pasar properti Bali bukan lagi soal berapa banyak unit yang bisa dibangun. Ini akan menjadi soal perencanaan yang cerdas, pembangunan yang bertanggung jawab, dan operasional yang konsisten. Itulah arah yang kami komitmenkan."

Mazari bidik pembeli untuk tinggal jangka panjang seiring pasar Bali kian matang

Pengembang tersebut menyebut permintaan bergeser melampaui investor sewa.

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

MQDC melihat meningkatnya minat investor terhadap hunian mewah ramah lingkungan

The Forestias di Bangkok menghadirkan berbagai fasilitas dalam satu tata ruang terpusat.

Berikut Ini adalah 3 kelompok ekspatriat yang menggerakkan pasar sewa residensial Hong Kong

Cari tahu ekspatriat mana yang memiliki anggaran terbesar untuk sewa bulanan.

Negara mana yang memimpin investasi hotel di Asia Pasifik pada paruh pertama 2025

Lebih dari 80% dari total investasi hotel senilai US$4,7 miliar di kawasan ini hanya berasal dari lima negara.

Rumah tangga yang makin kecil memicu krisis perumahan di Asia-Pasifik

Pembangunan yang lebih cepat dan perluasan pasar sewa bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

Volume transaksi perkantoran di Seoul pada kuartal II tumbuh 1,5 kali lebih tinggi dibanding level 2024

Total volume investasi mencapai KRW5,8 triliun atau setara USD4,2 miliar.

Merek mewah dan wellness mendorong meningkatnya permintaan ruko di Singapura

Bangunan-bangunan ini memungkinkan penyewa mengekspresikan kisah mereka dengan cara yang tak bisa dilakukan gedung konvensional.

Pasokan ritel Jakarta akan mencapai 5 juta meter persegi tahun ini

Tiga mal baru saat ini sedang dalam tahap konstruksi.

Jakarta akan mendapatkan lebih dari 1.800 kamar hotel mewah baru pada akhir tahun ini

Ini akan menjadi angka tertinggi selama tiga tahun ke depan.