Smart buildings hadapi ancaman siber yang kian meningkat | Real Estate Asia
, APAC
293 views
Photo from Pixabay from Pexels

Smart buildings hadapi ancaman siber yang kian meningkat

Kontrol akses di sekitar infrastruktur kritis masih lemah.

Seiring gedung-gedung di Asia semakin cerdas, mereka juga semakin rentan.

Percepatan penerapan building management system — perangkat lunak yang mengendalikan segala hal mulai dari pendingin udara, pencahayaan, hingga keamanan — menciptakan risiko siber baru bagi pemilik properti, bahkan di tengah permintaan teknologi ini yang terus melonjak.

Para analis memperingatkan bahwa tanpa pengamanan yang lebih kuat, aset real estate berpotensi menjadi sasaran empuk para peretas.

“Contoh yang baik adalah kerentanan fisik, yang memungkinkan penjahat siber mengakses sistem dan mengganggu operasional gedung,” ujar Tommy Crowley, Vice President for Asia-Pacific di WiredScore Ltd., perusahaan sertifikasi asal AS yang berfokus pada konektivitas digital dan smart buildings, kepada Real Estate Asia.

Ia menyoroti kelalaian-kelalaian dasar, seperti ruang telekomunikasi yang tidak terkunci atau kata sandi yang ditulis di sticky notes, yang bisa membuka celah bagi seluruh gedung.

Di sejumlah pasar, termasuk India, kontrol akses di sekitar infrastruktur kritis masih tergolong lemah, tambahnya.

Pasar building management system di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 12% per tahun hingga mencapai US$17,64 miliar pada 2034, menurut Research and Markets Ltd.

Pertumbuhan ini mencerminkan dorongan menuju efisiensi energi, otomatisasi, dan kantor yang lebih cerdas. Namun, hal ini juga memperluas permukaan serangan digital.

Masalah yang lebih besar justru soal visibilitas. Kendati tekanan terhadap manajer properti untuk mengamankan baik teknologi informasi maupun teknologi operasional terus meningkat, banyak pemilik gedung yang bahkan tidak tahu berapa banyak perangkat yang terhubung dan beroperasi di dalam gedung mereka.

“Penilaian siber mungkin memperkirakan hanya ada 30 hingga 40 perangkat, tapi hasil pemindaian bisa menunjukkan hingga 400 perangkat,” ujar Crowley lewat Zoom, menyebut koneksi vendor, sistem lawas, dan praktik decommissioning yang buruk sebagai penyebabnya.

Dampaknya bisa sangat serius. Di New York, satu serangan phishing berhasil melumpuhkan sistem pemanas, ventilasi, pencahayaan, dan CCTV di sebuah gedung selama 90 hari, ujarnya.

Teknologi operasional kerap luput dari perhatian organisasi karena biasanya dikelola oleh tim properti, bukan oleh departemen information technology (IT) — sehingga dibutuhkan pergeseran budaya kerja sekaligus kejelasan tanggung jawab, ujar Crowley.

Sejumlah pasar sudah lebih maju dalam hal ini. Singapura dan Hong Kong muncul sebagai pemimpin regional dalam ketahanan siber gedung, menurut WiredScore.

Cheo Wei Ming, Director of Technology di Savills Singapore, mengatakan para pemilik gedung di kota tersebut kian memandang ketahanan digital sebagai pembeda (differentiator) dalam persaingan bisnis.

“Return on investment untuk ketahanan siber sebaiknya tidak sekadar dinilai dari penghematan biaya IT, melainkan lebih pada hasil bisnisnya,” ujarnya dalam balasan tertulis atas pertanyaan yang diajukan.

“Investasi semacam ini membantu mengurangi risiko gangguan bisnis, reputasi, dan asuransi, sekaligus memperkuat likuiditas aset dan ketahanan nilai properti,” tambahnya.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Smart buildings hadapi ancaman siber yang kian meningkat

Kontrol akses di sekitar infrastruktur kritis masih lemah.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Mazari bidik pembeli untuk tinggal jangka panjang seiring pasar Bali kian matang

Pengembang tersebut menyebut permintaan bergeser melampaui investor sewa.

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

MQDC melihat meningkatnya minat investor terhadap hunian mewah ramah lingkungan

The Forestias di Bangkok menghadirkan berbagai fasilitas dalam satu tata ruang terpusat.

Berikut Ini adalah 3 kelompok ekspatriat yang menggerakkan pasar sewa residensial Hong Kong

Cari tahu ekspatriat mana yang memiliki anggaran terbesar untuk sewa bulanan.

Negara mana yang memimpin investasi hotel di Asia Pasifik pada paruh pertama 2025

Lebih dari 80% dari total investasi hotel senilai US$4,7 miliar di kawasan ini hanya berasal dari lima negara.

Rumah tangga yang makin kecil memicu krisis perumahan di Asia-Pasifik

Pembangunan yang lebih cepat dan perluasan pasar sewa bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

Volume transaksi perkantoran di Seoul pada kuartal II tumbuh 1,5 kali lebih tinggi dibanding level 2024

Total volume investasi mencapai KRW5,8 triliun atau setara USD4,2 miliar.