Mengharapkan 10 properti penginapan baru di Jakarta pada 2022 | Real Estate Asia
, Indonesia
118 views

Mengharapkan 10 properti penginapan baru di Jakarta pada 2022

Sepertiga dari mereka akan menjadi serviced apartment.

Menurut laporan JLL, pembukaan hotel di Jakarta tetap terbatas pada 2021 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan hanya empat pembukaan utama dengan total 678 kamar. Pembukaan di 2H21 termasuk Langham Jakarta dengan 223 kamar dan Somerset Sudirman Jakarta dengan 176 kamar. Beberapa pembukaan yang direncanakan pad 2021 telah ditunda di kemudian hari atau ditunda tanpa batas waktu di tengah penundaan konstruksi dan permintaan yang tidak terdengar karena penutupan perbatasan.

Sepuluh properti penginapan yang menawarkan sekitar 1.900 kamar dijadwalkan akan dibuka pada 2022, peningkatan substansial dari dua tahun terakhir karena luapan pembukaan yang tertunda sejak awal pandemi COVID-19. Serviced Apartment diharapkan mencapai sekitar 30% dari kamar yang akan datang pada2022.

Informasi lebih dari JLL:

Pendapatan per kamar yang tersedia atau revenue per available room (RevPAR) naik 51,3% y-o-y pada  2021, terutama didorong oleh rebound tingkat hunian yang naik 16,3 ppts menjadi 46%, yang lebih dari mengimbangi penurunan 2,3%-y-o-y dalam average daily rate (ADR) menjadi Rp1,7 juta. Selanjutnya, penurunan moderat dalam ADR menunjukkan bahwa itu mungkin mulai turun.

Luxury RevPAR pada Desember 2021 adalah Rp1,3 juta, yang menandai pencapaian tertinggi bulanan sejak dimulainya pandemi COVID-19. Hal ini didukung oleh rebound yang kuat dalam tingkat hunian, yang tidak hanya mencapai tingkat pandemi tertinggi sebesar 68% tetapi juga lebih tinggi dari tingkat sebelum COVID-19 pada Desember 2019.

Outlook: Pembukaan kembali yang diantisipasi meningkatkan kinerja

Pemulihan kinerja perdagangan dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap dipimpin oleh domestik, karena perusahaan domestik dan tamu yang menginap terus mendorong permintaan untuk hotel mewah. Namun, pembukaan kembali perbatasan secara bertahap di kawasan ini diharapkan menjadi katalis utama yang akan mempercepat pemulihan.

Sebagai catatan positif, Indonesia baru-baru ini membuka koridor perjalanan bebas karantina yang memungkinkan orang dari Singapura melakukan perjalanan ke Batam dan Bintan. Dengan Singapura yang sudah mengoperasikan jalur vaccinated travel lane  (VTL) dengan Jakarta sejak November 2021, ada optimisme yang berkembang bahwa Indonesia akan segera membuka lebih banyak koridor seperti itu ke daerah-daerah penting lainnya seperti Jakarta.

Follow the link s for more news on

Perusahaan global rela sewa gedung kantor yang masih dalam tahap pembangunan demi bertahan di Singapura

Tidak ada pasokan Grade A CBD baru hingga 2028, paksa penyewa sewa ruang 18 bulan lebih awal.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Smart buildings hadapi ancaman siber yang kian meningkat

Kontrol akses di sekitar infrastruktur kritis masih lemah.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Mazari bidik pembeli untuk tinggal jangka panjang seiring pasar Bali kian matang

Pengembang tersebut menyebut permintaan bergeser melampaui investor sewa.

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

MQDC melihat meningkatnya minat investor terhadap hunian mewah ramah lingkungan

The Forestias di Bangkok menghadirkan berbagai fasilitas dalam satu tata ruang terpusat.

Berikut Ini adalah 3 kelompok ekspatriat yang menggerakkan pasar sewa residensial Hong Kong

Cari tahu ekspatriat mana yang memiliki anggaran terbesar untuk sewa bulanan.

Negara mana yang memimpin investasi hotel di Asia Pasifik pada paruh pertama 2025

Lebih dari 80% dari total investasi hotel senilai US$4,7 miliar di kawasan ini hanya berasal dari lima negara.

Rumah tangga yang makin kecil memicu krisis perumahan di Asia-Pasifik

Pembangunan yang lebih cepat dan perluasan pasar sewa bisa menjadi solusi untuk masalah ini.