Destination Office menandai kembalinya bekerja normal | Realestate Asia
, Singapore
470 views
Photo from Cushman & Wakefield

Destination Office menandai kembalinya bekerja normal

Kantor baru Cushman & Wakefield seluas 11.400 kaki persegi dengan suasana seperti bar terbaik di Singapura.

Membujuk tenaga kerja yang bekerja dari rumah untuk kembali ke kantor merupakan tantangan bagi banyak perusahaan, sehingga beberapa memberikan insentif seperti makanan gratis atau menerapkan aturan bekerja di kantor pada waktu-waktu tertentu secara bergantian. Pendekatan berbeda diambil oleh Cushman & Wakefield, yang merasa bahwa konsep baru untuk kantor, sebagai tempat orang ingin kembali dan bekerja harus diatur. Berawal dari itu, kemudian muncul dengan apa yang mereka sebut "destination office", yang terletak di Kawasan Pusat Bisnis Singapura.

Tanda pertama bahwa tempat kerja ini bukan kantor biasa dimulai di lobi lift, di mana tidak ada papan nama untuk perusahaan jasa real estat, dan juga tidak ada pintu. Sebaliknya, area penerima tamu terbuka ke pemandangan Singapura dan terasa mirip dengan lounge bisnis kelas satu, dengan kopi dan makanan, meja untuk para tamu duduk dan berbicara. Alasan mengapa ruangan ini terasa sangat mirip dengan salah satu bar terbaik di Singapura adalah karena dirancang oleh MSDO, tim yang sama  yang berada di belakang Manhattan Bar dan Atlas.

Berjalan dari ruang penerima tamu yang besar adalah area kerja yang memiliki meja dengan ketinggian yang dapat disesuaikan. Bukan hal yang aneh melihat satu orang duduk bekerja sementara orang di sebelahnya berdiri melakukan hal yang sama. Beberapa ruang pertemuan dirancang khusus tanpa pengaturan telekonferensi yang memungkinkan orang berkumpul dan berbicara. Bagian paling menarik dari kantor  ini adalah ruang tersembunyi di balik pintu cermin --- ruang Perpustakaan, di mana terletak meja komunal panjang dengan fitur kayu dan kulit, dan merupakan zona di mana orang dilarang bicara dan dapat bekerja dengan tenang, bebas dari gangguan .

“Inilah kantor  dimasa depan, di mana orang ingin berkolaborasi, belajar, dan berkreasi, dan juga diizinkan memiliki ruang yang tenang untuk bekerja. Kantor kami penuh dengan fasilitas. Tidak hanya memberikan nuansa yang ramah, tapi juga memiliki semua yang dibutuhkan karyawan untuk bekerja secara efektif,” Andrew Carmichael, Senior Director, Project & Development Services, Asia Pasifik di Cushman & Wakefield, mengatakan kepada Singapore Business Review.

Merancang destination office

Cushman & Wakefield memanfaatkan tim workplace internal mereka untuk memberi pengarahan kepada tim kreatif, tidak hanya tentang persyaratan perusahaan tetapi juga tentang bagaimana membayangkan kantor di masa depan.

Carmichael mengatakan empat visi utama mereka, yang pertama berpusat pada klien dan pekerja mereka, sementara yang lain berfokus pada menciptakan budaya berkinerja tinggi, serta mempromosikan keberlanjutan.

Dia mengatakan bahwa perusahaan harus "memiliki tujuan" karena di kantor Singapura saja mereka mengelola lebih dari 2.000 karyawan.

Cushman & Wakefield, melalui fasilitas dan cabangnya, C&W Services, telah memberanikan diri untuk menata ulang kantor di masa depan ketika mengubah kantornya di Chai Chee menjadi "laboratorium hidup". Kali ini, kata Carmichael, perusahaan membayangkan sebuah destination office, di mana klien dan karyawan, ketika ke ruangan, akan mendapat pengalaman akan adanya  keramahan, seperti ketika mereka berkunjung ke bar dan resort.

Kantor baru ini memiliki lingkungan yang sepenuhnya didukung teknologi yang memungkinkan konektivitas tanpa batas, memberi karyawan kebebasan bergerak sesuka mereka. Cushman & Wakefield juga memperbarui sistem pemesanan meja, yang dikembangkan dengan Indoor Finders, yang dapat digunakan karyawan untuk booking meja dan ruang pertemuan.

“Aplikasi workstation yang dapat dipesan adalah teknologi yang sederhana namun intuitif. Entah bagaimana aplikasi ini bisa mengetahui orang yang yang ingin diajak bekerja sama dengan user dan siapa yang sedang bersama timnya,” katanya.

Kantor seluas 11.400 kaki persegi dapat ditemukan di pengembangan terintegrasi CapitaSpring yang baru. Ini juga menyediakan fitur 101 titik kerja fungsional dan workstation untuk memenuhi tenaga kerja Cushman & Wakefield selama jam sibuk.

Perusahaan juga sengaja menjadikan setengah dari ruangnya untuk kolaborasi dengan adanya 17 ruang pertemuan dan bilik telepon, di atas ruang terbuka yang berukuran dua kali lebih besar dari ruang berkumpul yang dimiliki Cushman & Wakefield di kantor sebelumnya. Selain Perpustakaan, destination office juga dilengkapi dengan "Saloon", yang menyediakan kafe di mana karyawan bisa makan, bertemu, menjalin koneksi, dan bekerja.

“Jika Anda tidak ingin memesan meja, Anda dapat berada di pinggir di mana ada teknologi yang sangat sederhana,” kata Carmichael sembari mengatakan bahwa beberapa ruang berkumpul dirancang dengan sengaja tanpa  menyediakan teknologi apa pun, sementara  ruang yang lain menampilkan segala macam teknologi, di mana pekerja dapat dengan mudah  melakukan "plug and play."

Follow the link for more news on

Sewa ritel utama di Jakarta naik 0,7% di Kuartal 2

Sebagian besar  pemilik tanah telah kembali ke tingkat sewa normal.

Sewa kantor Grade A di Jakarta turun 2,4% di Q2

 Secara tahunan, sewa turun 9,6%.

Mengapa Jepang menjadi pemain kunci di pasar residensial Indonesia

Mereka menyumbang 5% unit kondominium di Jabodetabek.

Sinar Mas Land semakin membuat BSD City menjadi sorotan

Sinar Mas Land semakin agresif dalam memperkenalkan transformasi BSD City sebagai kota yang berbasis digital dan keberlanjutan.

Apa itu skema LVC dan mengapa itu menjadi kunci masalah pembangunan perkotaan di Indonesia

Konsep perumahan TOD saat ini sedang menjadi sorotan di tengah perkembangan akses transportasi umum.

Tradisi berpadu dengan modernitas di kantor hybrid masa depan

Guoco Midtown yang baru memiliki lima dimensi fleksibilitas kantor.

Destination Office menandai kembalinya bekerja normal

Kantor baru Cushman & Wakefield seluas 11.

Pasar pusat data Indonesia akan mencapai US$3,07 miliar pada tahun 2026

Kota-kota lain selain Jakarta menarik perhatian investor.