Aedas bangun ruang komunitas dengan aksesibilitas 24/7 | Realestate Asia
, Singapore

Aedas bangun ruang komunitas dengan aksesibilitas 24/7

Dalam wawancara eksklusif ini, perusahaan juga bercerita tentang proyek yang mempromosikan kesehatan dan keamanan tempat kerja.

Hari-hari di mana gedung bertingkat dan menara perkantoran dibiarkan gelap di malam hari setelah para pekerja pulang, telah berakhir, ujar Executive Principal Aedas Singapore, Alen Nikolovski. Sebaliknya, ruang pengembangan harus mencakup area multi fungsi  untuk digunakan grup komunitas setelah pekerja pulang, dan sebagian besar harus dapat diakses 24/7 untuk memungkinkan orang-orang menikmatinya sebagai sarana kegiatan di luar kerja.

Sebagai contoh, Nicolovski mengutip Woodlands North Coast Master Plan dengan klien JTC Singapore. Dengan luas total 113 Ha, lokasi ini akan menjadi industrial business park office, termasuk dengan ruang ritel.

Selain memiliki ruang publik perkotaan yang ramai, tempat ini juga mudah diakses karena infrastrukturnya terintegrasi dengan jalur yang menghubungkan MRT dan RTS.

“Untuk proyek infrastruktur besar di Singapura, khususnya, kami melihat aspirasi pemerintah untuk proyek Metro untuk LTA dan arsitektur stasiun. Singapura kini sudah masuk ke level tertinggi BCA Green Mark, yaitu level Platinum,” tuturnya.

“Kami sekarang cukup beruntung untuk mengerjakan fase pertama dari Woodlands North Coast, dengan empat pertama yang sedang dalam pembangunan. Ada campuran pengembangan tipe business park dengan ritel, serta industri. Ini campuran yang cukup inovatif,” katanya.

Nikolovski mengatakan bahwa mereka mengkonsep basement terintegrasi untuk proyek ini, memungkinkan penggunaan ruang dengan tujuan lebih di berbagai tingkat bangunan.

“Yang cukup inovatif adalah kami telah menciptakan basement ini untuk memungkinkan orang-orang berada di ruang dan lanskap perkotaan yang mendominasi ruang di ground level. Jadi, segala jenis kebutuhan infrastruktur dan struktur pendukung dibawa ke basement,” ujarnya.

“Kami telah menjadikan ini sebagai pendekatan ‘car light’ yang sesuai dengan visi Singapura untuk menjadikan ‘car-light Singapore’. Ground plane diberikan hanya untuk orang-orang dan mobilitas mereka ke perangkat dan bus, sementara basement level berfungsi untuk pengiriman dan akses barang,” tambahnya.

Bukan hanya rencana skala perkotaan besar yang mendapatkan perbaikan akses 24/7, tetapi bahkan pada pengembangan ulang  ukuran blok perkantoran masih ada ruang untuk memasukkan ide-ide ini.

Proyek lain di Singapura yang sedang dikembangkan Aedas adalah Shaw Tower, sebuah pengembangan CBD Grade A. Properti seluas 40.000 meter persegi ini dioperasikan oleh pengembang Shaw Towers Realty dan memiliki Lend Lease sebagai manajer proyeknya.

Untuk itu, mereka menargetkan bisa meraih status BCA Green Mark (GM) Platinum, level tertinggi yang bisa diraih di Singapura.

“Kami harus bekerja keras dengan BCA dan klien kami, untuk memperkenalkan metode inovasi pasif dan aktif dalam arsitektur Metro. Kami melihat itu sebagai sesuatu yang kami rangkul dan nikmati serta gunakan sebagai tolok ukur untuk proyek infrastruktur lain di Asia Tenggara dan di dunia,” tambahnya.

Salah satu bagian penting dari pembangunan hijau adalah dalam mendapatkan material buatan lokal daripada harus mengimpornya dari benua yang jauh.

Menurut Nikolovski, tren lain yang dia lihat adalah mengenai sumber material, pergeseran condong ke arah manufaktur di Singapura dan kurang pada barang-barang impor ke negara itu.

“Tren lain yang kami lihat cukup umum dalam proyek skala besar kami adalah penekanan untuk produksi dan manufaktur material dan elemen precast sebanyak mungkin di Singapura, dan tidak membuatnya di luar negeri atau dikirim dari luar negeri,” tuturnya.

“Ada penekanan besar sekarang terutama pada proyek-proyek pemerintah, untuk memproduksi dan membangun elemen di Singapura dan tidak bergantung pada impor luar negeri,” tambahnya.

Kesehatan seluruh komunitas

Aedas mengamati bahwa prioritas tertinggi klien sekarang adalah memastikan bahwa desain dapat memenuhi kesehatan dan keselamatan pekerja dan penyewa mereka.

Melalui ini, pengembangan ruang komunitas seperti taman dan area terbuka yang dapat diakses 24/7 kini lebih diminati.

“Pergeseran terbesar, dan ini benar-benar sesuai dengan keseluruhan pengalaman COVID, adalah prioritas tertinggi pada kesehatan, yakni kesehatan dan keselamatan pekerja dan tempat kerja. Bahkan ini terjadi sebelum COVID, yang saat ini merupakan masalah yang disadari semua orang dan dibicarakan semua orang,” ungkapnya.

“Hal ini juga berbicara tentang kesehatan mental, bukan hanya kesehatan fisik. Sebagai arsitek, ini adalah sesuatu yang sangat kami sukai. Menciptakan ruang yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga aman untuk ditempati dan dinikmati orang.”

Mengutip perkembangan di area Jurong di Singapura, Nikolovski mengatakan bahwa taman dan ruang publik hadir di dekat area ritel. Pada saat yang sama, hal ini akan lebih dapat memastikan mobilitas karena dekat dengan stasiun bus dan kereta.

“Dalam perkembangan di sekitar Jurong, kami membuat ketentuan dalam pengembangan itu. Ini adalah pengembangan campuran, tetapi memiliki alokasi untuk perpustakaan bagi komunitas. Misalnya, kami membuat taman publik yang dapat diakses 24/7, jadi tidak hanya dapat diakses dari segi jam operasional di dalam gedung tetapi sepanjang waktu, untuk mendorong orang untuk terlibat dalam ruang tersebut,” katanya.

“Di sekitar taman dan ruang publik itu, ada peluang ritel untuk menghidupkan dan mengaktifkan ruang-ruang itu, dan itu bagus ketika kita terhubung ke infrastruktur seperti kereta atau bus. Ini tidak hanya menghasilkan aktivitas tetapi juga meningkatkan keamanan. Jadi, kami memperkenalkan ini di semua yaitu sebuah pengembangan campuran  kami yang ada di Singapura,” tambahnya.

Penyesuaian baru untuk interior

Perubahan tidak hanya terjadi pada struktur bangunan itu sendiri, tetapi juga pada bagaimana tempat kerja dirancang secara strategis. Tim Aedas Interiors saat ini bekerja dengan AC Energy dari Ayala Corporation di Filipina untuk membuat kantornya lebih adaptif dengan kebutuhan mereka pasca COVID.

Nikolovski mengatakan bahwa mereka memulai proyek dengan klien ini sebelum pandemi terjadi dan harus mengubah brief mereka nanti untuk menciptakan ruang kerja yang lebih siap untuk masa depan dan aman. Termasuk dalam rencana yang diubah adalah ketentuan untuk pintu otomatis dan perlengkapan yang dapat diakses dari jarak jauh.

“Tim Aedas Interiors kami memulai proyek tepat sebelum COVID, dan kemudian proyek berkembang selama periode COVID. Ini ditujukan untuk AC Energy di Manila, sebuah perusahaan tipe Grade A. Kami sedang mengerjakan persiapan mereka untuk kantor pusat baru mereka di Manila,” katanya.

“Ada strategi jangka pendek dan jangka panjang yang telah kami diskusikan dan kembangkan dengan mereka. Dalam hal strategi jangka pendek, kami melihat cara langsung agar kami dapat mengurangi titik kontak di dalam ruang itu sendiri. Sebisa mungkin di bagian depan area bangunan akan ada auto-slide, atau elemen non-touching untuk lampu, perlengkapan, dan pintu,” tambahnya.

Juga pada brief disebutkan penataan ulang meja-meja untuk memenuhi pengaturan ruang kerja yang dibutuhkan.

“Kami juga harus memperhitungkan jarak antara pekerja di dalam ruang kerja itu sendiri dimana kami saat ini telah mengembangkan pengaturan ruang kerja 120 derajat, yang kami miliki sebagai bagian dari skema saat ini, dan kebetulan memenuhi persyaratan untuk jarak selama COVID. Itu sesuatu yang kami kembangkan awalnya untuk merespons persyaratan, yang mana cukup menarik,” tuturnya.

Bagi Nikolovski, saat Aedas memulai berbagai jenis proyek secara global, tujuan mereka adalah untuk dapat mengadopsi desain baru yang efektif ini ke proyek masa depan mereka.

“Sebagai arsitek, ini adalah waktu yang menantang bagi kami semua, tetapi kami menerima tantangan itu. Kami senang dengan tantangan di masa depan untuk memperkenalkan ide-ide tentang kesehatan dan ide-ide tentang keberlanjutan dimana merupakan sesuatu yang sangat kami sukai, tetapi sekarang ini menjadi agenda utama,” ujarnya.

“Ini adalah pembicaraan yang baik, bahwa kami dapat mengeksplorasi lebih banyak ide kreatif, dan menerapkan ide-ide kreatif itu di lingkungan kami dengan sangat cepat untuk menguji kasus dan tolok ukur, serta melihat bagaimana hal tersebut dapat relevan atau diterapkan ke komunitas lain dan proyek lain yang kami miliki secara internasional. Saya pikir kami berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat untuk memberikan input semacam ini dengan solusi desain kami dan mengimplementasikannya,” tambahnya.

 

Follow the link for more news on

Sewa ritel utama di Jakarta naik 0,7% di Kuartal 2

Sebagian besar  pemilik tanah telah kembali ke tingkat sewa normal.

Sewa kantor Grade A di Jakarta turun 2,4% di Q2

 Secara tahunan, sewa turun 9,6%.

Mengapa Jepang menjadi pemain kunci di pasar residensial Indonesia

Mereka menyumbang 5% unit kondominium di Jabodetabek.

Sinar Mas Land semakin membuat BSD City menjadi sorotan

Sinar Mas Land semakin agresif dalam memperkenalkan transformasi BSD City sebagai kota yang berbasis digital dan keberlanjutan.

Apa itu skema LVC dan mengapa itu menjadi kunci masalah pembangunan perkotaan di Indonesia

Konsep perumahan TOD saat ini sedang menjadi sorotan di tengah perkembangan akses transportasi umum.

Tradisi berpadu dengan modernitas di kantor hybrid masa depan

Guoco Midtown yang baru memiliki lima dimensi fleksibilitas kantor.

Destination Office menandai kembalinya bekerja normal

Kantor baru Cushman & Wakefield seluas 11.

Pasar pusat data Indonesia akan mencapai US$3,07 miliar pada tahun 2026

Kota-kota lain selain Jakarta menarik perhatian investor.