Tren utama di pasar ruang kantor fleksibel Jakarta | Real Estate Asia
, Indonesia
239 views

Tren utama di pasar ruang kantor fleksibel Jakarta

Kantor flex menyumbang 5,2% dari total ruang di Sudirman CBD pada Q1.

Ruang kantor yang fleksibel semakin populer, akibat dari perubahan budaya kerja selama pandemi. Oleh karena perusahaan beralih ke pengaturan kerja hybrid dan transformasi digital yang semakin cepat, ruang fleksibel telah menjadi bagian dari kenormalan baru.

Menurut JLL, fitur “fleksibel” yang ditawarkan, misalnya, sewa jangka pendek, kemudahan penggunaan, ekosistem start-up, dll. Tren yang sama juga terlihat di SCBD (Sudirman Central Business District), Jakarta.

Keterangan lebih lanjut dari JLL:

SCBD adalah salah satu pusat “segitiga emas” Jakarta yang menjadi aglomerasi kegiatan ekonomi nasional.

Separuh dari 16 gedung perkantoran di kawasan SCBD telah disewakan setidaknya kepada satu operator ruang fleksibel, baik untuk private office maupun sharing office atau co working desk. Per 1Q22, terdapat 12 operator ruang fleksibel yang menempati area seluas 25.000 m2 atau sekitar 5,2% dari total ruang yang disewa di gedung perkantoran SCBD Grade A tersebut. Area yang dikelola oleh operator ruang fleksibel berkisar dari 85 m2 hingga 7.200 m2 dalam satu gedung.

Apakah ada karakteristik yang menonjol?

Ke-12 operator flex-space di SCBD memiliki tenant yang beragam. Setiap pengguna memiliki permintaan berdasarkan gaya kerja dan model bisnis masing-masing dan menciptakan kebutuhan ruang kerja bersama yang berbeda. Operator telah menyesuaikan dengan kebutuhan penyewa. Mereka menyediakan alokasi antara sharing/dedicated desk (“hot desk”) dan serviced/private office, mulai dari 1:3 hingga 1:15 (1 kursi “hot desk” untuk 15 kursi serviced/private office), serta sebagai ruang serviced/private office tanpa “hot desk”.

Sebagian besar harga ruang fleksibel tergantung pada fasilitas dan fasilitas yang diminta oleh penyewa kantor atau pengguna ruang kerja sendiri. Oleh karena itu, operator menawarkan kisaran harga yang sesuai dengan dinamika penawaran-permintaan. Harga untuk meja sharing/dedicated, yang disebut “hot desks”, berkisar antara Rp 750.000 hingga Rp 3.000.000 (USD 52 hingga USD 210) per kursi per bulan pada awal tahun 2022. Sedangkan untuk serviced/private office, harganya berkisar dari Rp 1.950.000 hingga Rp 6.000.000 (USD 136 hingga USD 420) per kursi per bulan (belum termasuk pajak).

Ruang fleksibel sebagai tempat kerja saat ini

Ruang fleksibel memengaruhi perspektif tempat kerja di seluruh dunia. Banyak perusahaan multinasional mulai menyesuaikan budaya tempat kerja mereka, dipengaruhi oleh tuntutan tren dan spesifikasi yang muncul. Tren SCBD menunjukkan bahwa serviced/private office masih merupakan bentuk ruang fleksibel yang disukai, dengan teknologi dan start-up digital menjadi pendorong utama tempat kerja saat ini.

Follow the link for more news on

Perusahaan global rela sewa gedung kantor yang masih dalam tahap pembangunan demi bertahan di Singapura

Tidak ada pasokan Grade A CBD baru hingga 2028, paksa penyewa sewa ruang 18 bulan lebih awal.

Rumah bekas bersubsidi tarik minat pembeli apartemen swasta

Kebijakan ini mendongkrak turnover dengan mempercepat realisasi permintaan, bukan menaikkan volume dalam jangka panjang.

Smart buildings hadapi ancaman siber yang kian meningkat

Kontrol akses di sekitar infrastruktur kritis masih lemah.

Pelonggaran sewa tarik kembali peritel ke jalanan Hong Kong

Toko di lantai dasar menawarkan visibilitas lebih tinggi bagi peritel makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Mazari bidik pembeli untuk tinggal jangka panjang seiring pasar Bali kian matang

Pengembang tersebut menyebut permintaan bergeser melampaui investor sewa.

Lyvin Properties bertaruh pada kemewahan berkepadatan rendah di Bukit Selatan, Bali

Ruang, privasi, dan kualitas lingkungan kini menjadi pendorong utama permintaan.

MQDC melihat meningkatnya minat investor terhadap hunian mewah ramah lingkungan

The Forestias di Bangkok menghadirkan berbagai fasilitas dalam satu tata ruang terpusat.

Berikut Ini adalah 3 kelompok ekspatriat yang menggerakkan pasar sewa residensial Hong Kong

Cari tahu ekspatriat mana yang memiliki anggaran terbesar untuk sewa bulanan.

Negara mana yang memimpin investasi hotel di Asia Pasifik pada paruh pertama 2025

Lebih dari 80% dari total investasi hotel senilai US$4,7 miliar di kawasan ini hanya berasal dari lima negara.

Rumah tangga yang makin kecil memicu krisis perumahan di Asia-Pasifik

Pembangunan yang lebih cepat dan perluasan pasar sewa bisa menjadi solusi untuk masalah ini.